• Home
  • Make Money
  • SEO
  • Web Hosting
  • Tafsir Mimpi
  • Quran Mp3
  • Media Publisher
    • Berita
  • Kisah
  • Kesehatan
  • Politik
  • Ramalan
  • Resep
  • Sport
  • Privacy

Kelompok Separatis OPM Tantang Indonesia Perang Terbuka

5:50 PM | Diposkan oleh Unknown | 0 komentar
Kelompok Separatis OPM

KELOMPOK separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menunjukkan eksistensinya. Meskipun berbagai kebijakan telah ditempuh pemerintah pusat, antara lain pemberian otonomi khusus, tetap saja keinginan untuk memisahkan diri dari Indonesia tidak pernah padam.

Bahkan baru-baru ini, pimpinan OPM yang bermarkas di Lany Jaya, Papua, Puron Wenda dan Enden Wanimbo, melontarkan pernyataan serius. Mereka menantang Indonesia berperang secara terbuka.

“Mulai sekarang kami nyatakan perang revolusi total dari Sorong hingga Merauke, yakni perang secara terbuka terhadap semua orang Indonesia yang ada di tanah Papua,” kata Enden Wanimbo, Jumat, 22 Mei 2015 seperti dikutip Viva.co.id.

Tantangan perang terbuka itu untuk menegaskan bahwa perjuangan Papua Merdeka tetap menjadi harga mati. Mereka menolak segala bentuk dialog serta membantah klaim dari Presiden Joko Widodo, bahwa Papua sudah aman.

“Itu tidak benar,” tegas Enden.

Untuk mendukung perang terbuka, organisasi yang berdiri sejak 1965 itu sudah mengumpulkan logistik seperti senjata dan amunisi. Mereka siap berperang demi meraih tujuan.

Kolega Enden, Puron Wenda mengungkapkan alasan mengapa kelompoknya itu memilih perang terbuka. Menurut dia, Indonesia dianggap tidak bisa dipercaya.

“Komando OPM siap perang. Kami tak mau dialog yang diatur-atur Indonesia, yang suka tipu-tipu,” ujarnya.

Puron juga mengatakan, kelompoknya sedang menyiapkan persenjataan. Meski tak menyebutkan secara detil waktu perang terbuka itu, namun dia mengatakan, “Sekarang tinggal tunggu komando maka perang dimulai.”

Puron meminta pemerintah Indonesia keluar dari seluruh tanah Papua. Karena, mereka akan terus berperang untuk Papua Merdeka.

Dalam perang terbuka atau yang dinamai revolusi total dari Sorong sampai Merauke itu, kelompok OPM Puron Wenda dan Enden Wanimbo berupaya mengusir Indonesia dari Papua. Mereka tak hanya mengincar TNI-Polri, tapi juga seluruh masyarakat sipil non Papua.

“Pengusaha, buruh bangunan, pegawai negeri orang Indonesia akan diusir, bukan hanya tentara atau polisi,” kata Puron Wenda.

Puron menegaskan semua gerakan mereka adalah gerakan politik untuk kemerdekaan Papua. Dia menolak tegas disebut sebagai kelompok kriminal, kelompok pengacau, kelompok kecil, atau istilah lain yang serupa.

“Kami pejuang kemerdekaan Papua,” katanya.

Sedangkan, Enden mengajak wartawan asing untuk masuk ke Papua guna menyaksikan secara langsung aksi yang akan mereka lancarkan. Wartawan internasional dan nasional akan diberi kebebasan untuk melakukan peliputan di Papua.

Sementara itu, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia juga turut merespon ancaman aksi OPM tersebut. TNI mengaku tidak takut dalam menjalankan tugas pertahanan.

“Tentara kita kuat. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan (dari ancaman itu),” kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI M. Fuad Basya, saat dihubungi VIVA.co.id.

Fuad mengungkapkan kondisi di Papua saat ini sudah aman dan tenang. TNI konsisten membantu pemerintah daerah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, jika ada kelompok-kelompok yang membuat kerusuhan atau suasana tidak kondusif, justru merusak ketenangan masyarakat.
Suni

Aceh Komplik Lagi Dua Pria Didor, Seorang Tewas

5:35 PM | Diposkan oleh Unknown | 0 komentar
Anggota kelompok Din Minimi, M Nasir (27) menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Di Tiro, Sigli, Pidie

SIGLI - Tim Gabungan Polda Aceh, Brimob, dan Polres Pidie menembak dua lelaki dalam satu drama penyergapan di sebuah warung nasi di kawasan Blang Malu, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Minggu (24/5) dini hari sekira pukul 01.45 WIB. Seorang di antaranya, M Rijal (26) tewas diterjang timah panas di bagian belakang tubuhnya.

Menurut informasi yang dihimpun Serambi, saat dilakukan penyergapan, Rijal dan rekannya, M Nasir alias Puthet (29) yang menurut polisi keduanya adalah anggota kelompok Din Minimi sedang duduk di warung nasi di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, berjarak sekitar 100 meter dari SPBU Blang Malu, atau 18 kilometer dari Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie.

M Rijal tercatat sebagai warga Gampong Rheng, Kecamatan Keumala, Pidie sedangkan M Nasir alias Puthet warga Gampong Ulee Blang, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Timur.

Sumber-sumber polisi menyebutkan, M Rijal tewas setelah peluru mengenai bagian belakang tubuhnya (tulang ekor) saat berusaha melarikan diri melalui areal persawahan. Sedangkan Puthet menderita luka tembak di bagian betis kanan.

Seorang lainnya, yaitu Nazir Khadafi (22), warga Gampong Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie luput dari terjangan peluru petugas karena saat disergap polisi, Nazir yang bekerja sebagai sopir labi-labi tidak melarikan diri.

Masih menurut polisi, M Rijal dan Puthet adalah mantan GAM yang masih memanggul senjata dan diduga bergabung dalam kelompok Din Minimi. Mereka sering berpindah-pindah tempat di Kabupaten Pidie.

Dari sumber-sumber masyarakat diperoleh informasi, pada Sabtu (23/5) malam polisi berhasil mendeteksi keberadaan M Rijal dan Puthet yang diantar dari Keumala ke Beureunuen menggunakan labi-labi warna putih BL 1100 PB yang disopiri Nazir Khadafi.

Sesampai di pasar Beureunuen, mereka tidak singgah, malah labi-labi dipacu membelah malam menuju Blang Malu, Kecamatan Mutiara Timur. Jarak Blang Malu dengan pasar Beureunuen sekitar satu kilometer.

Sesampai di Blang Malu, pada Minggu dini hari, mereka memilih warung nasi milik Asri Hamzah atau yang akrab dipanggil Bang Rex untuk minum. Ketiganya duduk di bagian pojok kanan di bagian luar warung namun tidak terlihat dari luar karena terhalang rak mie, rak martabak, dan labi-labi yang diparkir sebelah kanan warung. Pada dini hari itu di warung Bang Rex juga ada sekitar lima warga lainnya yang sedang ngopi di dalam.

Sekitar 10 menit M Rijal bersama Puthet dan sopir labi-labih duduk di warung itu, datang petugas menggunakan tiga mobil Avanza seraya meminta mereka menyerah. Tapi, M Rijal dan Puthet malah memilih kabur ke areal persawahan di samping warung.

Petugas menembak keduanya untuk melumpuhkan. Tembakan polisi mengenai tulang ekor M Rijal dan langsung terkapar ke sawah berlumpur. Sementara M Nasir alias Puthet terkena peluru di bagian betis kanan.

Jasad M Rijal yang berbalut lumpur dengan posisi telungkup di areal persawahan dievakuasi menggunakan mobil ambulance ke RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli.

Versi lainnya menyebutkan, saat penyergapan terjadi, M Rijal yang memegang senjata api melawan dengan melepaskan tembakan ke petugas, sehingga sempat terjadi kontak tembak. “Setelah kontak tembak, polisi menemukan M Rijal tewas, M Nasir alias Puthet tertembak di betis, dan Nazir Khadafi luput dari terjangan timah panas,” kata Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH didampingi Kasat Reskrim, AKP P Harahap kepada Serambi, Minggu (24/5).

Menurut Kapolres Pidie, polisi mengamankan barang-bukti sepucuk senjata api AK-56 popor lipat, satu magazen dan 30 butir amunisi AK aktif AK. Kapolres mengungkapkan, M Rijal dan M Nasir merupakan kelompok Din Minimi yang dikejar polisi. Adapun Nazir Khadafi berperan sebagai sopir labi-labi yang mengantarkan keduanya. “Nazir (sopir labi-labi) tetap kita tahan karena dengan sengaja mengantarkan kedua pelaku,” demikian kata Kapolres Pidie.
Suni

Demi Papua Merdeka, Kelompok Separatis Lancarkan Perang Terbuka Dengan Indonesia

5:07 PM | Diposkan oleh Unknown | 0 komentar
Kelompok separatis OPM
Jayapura - Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Puron Wenda dan Enden Wanimbo yang bermarkas di Lany Jaya, Papua menebarkan ancaman dengan melancarkan perang terbuka terhadap TNI dan Polri serta masyarakat non-Papua.

"Mulai sekarang kami nyatakan perang revolusi total dari Sorong hingga Merauke, yakni perang secara terbuka terhadap semua orang Indonesia yang ada di tanah Papua," kata Enden Wanimbo melalui percakapan telepon pada Jumat (22/5).

Perang terbuka itu, kata Enden, untuk menyatakan ketegasan bahwa perjuangan Papua Merdeka tetap menjadi harga mati. Mereka menolak segala bentuk dialog. "Sekaligus menyikapi pernyataan Presiden Jokowi bahwa Papua sudah aman, itu tidak benar.”

Menurut Enden, guna mendukung aksi perang terbuka, kelompoknya kini sudah mengumpulkan berbagai senjata dan amunisi. "Persenjataan sudah kami persiapkan untuk melancarkan perang terbuka," katanya.

Hal senada dikatakan Puron Wenda. Menurutnya, pernyataan Jokowi bahwa Papua sudah aman tidak benar. “Komando OPM siap perang. Kami tak mau dialog yang diatur-atur Indonesia, yang suka tipu-tipu," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, kelompoknya sedang mempersiapkan persenjataan. Tak disebutkan dengan jelas kapan waktu perang terbuka itu tetapi Enden bilang “Sekarang tinggal tunggu komando maka perang dimulai.”

Dia meminta pemerintah Indonesia keluar dari seluruh tanah Papua. “Karena kami akan terus berperang untuk Papua Merdeka.”

Dalam perang terbuka atau yang dinamai revolusi total dari Sabang sampai Merauke, kelompok OPM Puron Wenda dan Enden Wanimbo berupaya mengusir Indonesia dari Papua. "Pengusaha, buruh bangunan, pegawai negeri orang Indonesia akan diusir, bukan hanya tentara atau polisi," kata Puron Wenda.

Puron mengklaim semua gerakan mereka adalah gerakan politik untuk kemerdekaan Papua. Dia menolak tegas disebut sebagai kelompok kriminal, kelompok pengacau, kelompok kecil, atau istilah lain yang serupa. “Kami pejuang kemerdekaan Papua," katanya.

Enden Wanimbo juga mengajak wartawan asing untuk masuk ke Papua guna menyaksikan secara langsung aksi yang akan mereka lancarkan. Wartawan internasional dan nasional harus diberi kebebasan untuk melakukan peliputan di Papua.
Suni

Misi Memburu Abu Minimy Gagal,Keparat Tembak Mati Rakyat Tak Bersalah

4:51 PM | Diposkan oleh Unknown | 0 komentar
Serdadu Repoblik Indonesia Kembali Salah TembaK’ Din Minimi Berbicara Atas Nama MoU Helsinki
Pengikut Din Minimi juga dianggap kriminal oleh pihak Militer atau TNI/Polri,sedangkan Din Minimi berbontak karena tidak adanya keadilan di Aceh setelah 9 tahun perdamaian RI/GAM.
Din Minimi juga sebagaian Dari mantan Kombatan GAM yang tidak mendapat perhatian dari Pemimpin-pemimpin GAM atau Elit GAM.
Dalam setiap pernyataan Din Minimi selalu diutamakan untuk kesejahtraan masyarakat dan mantan kombatan yang realitasnya memang seperti pernyataan- pernyataan yang pernah dipamerkan oleh Din Minimi di media- media eretonik dan Cetak.
Kalau terus menurus Din Minimi dicari dan diaggap musuk negara berati belum siap oleh Indonesia terima kritikan atas ketidak adilan diBumi Hindia Belanda.
Din Minimi juga berbicara atas nama MoU Helsinki, 9 tahun perdamaian MoU tidak berjalan seperti dalam perjanjian damai yang sudah disepakati oleh kedua pihak RI/GAM.
Kalau berbica atas nama MoU sudah diaggap kelompok Din Minimi berati MoU akan jadi sejarah Lamte kedua untuk pembicaraan oleh anak generasi kita dimasa memdatang.
Ini perlu perhatian oleh semua elemen masyarakat dan Elit-elit GAM untuk menyelesaikan perkara Mantan kombatan dan perlu diberi perhatian kepada mantan TNA, perlu dibentu lapangan kerja dan usaha – usaha untuk mareka boleh hidup mandiri hingga tidak terjadinya hal – hal kriminal yang tidak kita ingikan di dalam masyarakat.
CERITA IBRAHIM YUSUF. Polisi kembali salah tembak orang, mereka berdalih bahwa korban adalah penunjuk jalan, dari mana mereka tau ?
orangnya sudah duluan ditembak abang saya itu bukan anggota GAM, juga bukan anggota Din Minimi.
Setiap hari dia ada di rumah. Kami orang miskin,” tutur Asiah sambil berlinang air mata.
Dia mengaku, pada malam hari abangnya itu sering ke luar dari rumah memasang senter di jidat, dilekatkan dengan tali, lalu pergi ke sawah mencari tikus yang mengganggu tanaman semangkanya.
Sedangkan kegitan rutin yang dia geluti setiap pagi mencari jerami untuk diletakkan di dekat tanaman semangka.
Lalu sore hari ia mengurus tanaman kacang ijo. Kalau ada pesanan roti, malamnya Ibrahimmembuat roti.
BACA JUGA :Tewas Tertembak, Ibrahim Yusuf Bukan Komplotan Din Minimi
Begitulah pekerjaan rutin harian yang dilakoni Ibrahim.Ke mana-mana naik sepeda motor jenis Astrea lama.
“Jadi, sangat tidak mungkin abang saya terlibat kelompok bersenjata,” tegas Nur Asiah.
Ibrahim adalah anak keenam dari delapan bersaudara, pasangan almarhum M Yusuf dan almarhumah Nyak Bunthok.
“Kami asli dari Ceurih Blang Mee, kedua orang tua kami sudah tiada,” jelas Nur Asiah, adik bungsu Ibrahim.
Sementara itu, istri Ibrahim bernama, Junilawati (30), beberapa kali pingsan.
Saat Serambi berkunjung, ia belum sadarkan diri. Istri Ibrahim mulanya ke rumah sakit untuk memastikan bahwa jasad itu benar suaminya. Setelah pasti, ia kembali ke rumah.
Setiba di rumah, ia pun ambruk.Sampai pukul 12.00 WIB kemarin, pemulangan jenazah Ibrahim bin Yusuf dari rumah sakit masih diproses.
Sedangkan pihak keluarga sudah mempersiapkan tempat pemakaman di desa itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi dari sumber lainnya, keberadaan Ibrahim pada saat kontak itu kemungkinan sebagai salah satu penunjuk jalan.
Namun, ia terperangkap karena lokasi itu sudah dikepung aparat bersenjata.Begitulah sekilah kisah Ibrahim, putra asli Ceurih Blang Mee.
Kini tinggallah empat anaknya menjadi yatim, saat tanaman semangka dan kacang hijaunya mulai berbuah.
‘Sementara itu, Abdullah, Keuchik Gintong, Kecamatan Grong-Grong, lokasi terjadi kontak tembak, mengaku pascainsiden itu warganya takut ke hutan mencari pelepah rumbia.
Padahal, sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah membuat atap dari daun rumbia.
Pemasarannya sampai ke Beureuenun dan Aceh Timur. Biasanya agen datang untuk membeliatap rumbia tersebut.
“Tapi kini warga tak berani lagi ke kebun karena khawatir terjebak dalam kontak tembak,” ujar Keuchik Abdullah. Sumber :aceh.tribunnews
Suni

Pendaftaran Online Penerimaan Anggota Polri Baru Tahun 2015

5:42 AM | Diposkan oleh Unknown | 0 komentar



Penerimaan Anggota Polri Baru Tahun 2015 Resmi Dibuka Mulai Hari Ini - Pendaftaran Online

Polri membuka pendaftaran online untuk menjaring belasan ribu calon anggota, mulai hari ini. Tahun ini, Polri akan menerima 15.350 personel tambahan.
Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Polri, Irjen Pol Haka Astana mengatakan tahun 2015 ini, Polri menerima 15.350 personel polisi baru.
"15.350 personel tambahan ini terbagi menjadi Akpol, Bintara, dan Tamtama. Khusus untuk Polwan 2100 personel, tahun 2014 lalu Polwan 7000," kata Haka, Rabu (8/4/2015) di Mabes Polri.


"Dijelaskan Haka, dalam pelaksanaan seleksi anggota Polri 2015 berbeda dengan tahun 2014. Dimana tahun ini mulai proses pendaftaran, seleksi, tes penerimaan Akpol, Brigadir, dan Tamtama waktunya bersamaan.
Pelaksanaan seleksi tahun ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Mulai tahun ini, seleksi dilaksanakan terpadu.
"Seleksi, tes, penerimaan waktunya bersamaan. Kesempatan hari ini kita akan mulai pendaftaran online," tambah Haka.
Bagi masyarakat yang berminat menjadi Anggota Polri bisa mengakseshttp://www.penerimaan.polri.go.id. Selanjutnya, calon peserta bisa mengikuti instruksi yang tertera pada laman website. Website penerimaan Anggota Polri resmi dibuka atau diluncurkan pukul 11.40 WIB.
Haka menegaskan, sejak proses seleksi pihak Polri sama sekali tidak memungut biaya. Masyarakat bisa melaporkan ke Polda atau institusi kepolisian setempat jika mendapati oknum yang memungut biaya.
KRI.
Suni

Instruksi Jaga Malam Rutin Di Gampong Oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara

12:10 AM | Diposkan oleh Unknown | 1 komentar
Foto : Bupati Aceh Utara Cek Mad
Pasca Penembakan TNI, Bupati Cekmad Intruksikan Warganya Jaga Malam Rutin Di Gampong Masing-masing

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberlakukan jam malam, pascakejadian penculikan dan penembakan dua anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara. Pemberlakuan jam malam ini untuk mengantisipasi dan menghindari kembalinya aksi kriminalitas, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Memberlakukan jam malam ini sesuai dengan surat perintah Bupati Aceh Utara, perihal pengaktifan kembali siskamling. Bupati telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa untuk memberlakukan kegiatan jaga malam di setiap desa.

Lanjutnya, instruksi jam malam ini juga sehubungan dengan surat dari Kapolres Aceh Utara bernomor B/134/11/2015/BINMAS tanggal 11 Februari 2015.

“Dari surat Kapolres disampaikan kepada bupati bahwa untuk terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusif, perlu peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing,” sebut Amir Hamzah.

Melalui surat ini, Kapolres meminta masyarakat membantu Kepolisian meningkatkan koordinasi pengamanan lingkungan yang melibatkan warga masyarakat dengan mengaktifkan kembali siskamling. Termasuk untuk meningkatkan peran perangkat desa memantau, mendata setiap orang yang berkunjung di wilayahnya, dan mengharuskan warga setempat untuk melaporkan kepada kepala dusun setiap tamunya yang menginap 1 x 24 jam serta mengecek identitasnya.
Suni

TNI Minta Warga Tetap Bawa KTP Untuk Berjaga-jaga Diri

12:05 AM | Diposkan oleh Unknown | 0 komentar


Danrem 011 Lilawangsa : Nisam Aman, Namun TNI Minta Warga Tetap Bawa KTP Untuk Berjaga-jaga Diri Agar Tetap Waspada

Aceh Utara - Aparat gabungan TNI/Polri hingga Selasa, (7/5/2015) masih memburu kelompok bersenjata di wilayah Nisam Antara. Warga di sana merasa was-was dengan keberadaan aparat bersenjata lengkap tersebut.

Kelompok yang diburu itu mereka yang terlibat dalam aksi penculikan dan penembakan dua anggota Kodim 0103 Aceh Utara di Nisam Antara belum lama ini. Namun demikian, Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Amir Hamzah meminta masyarakat tidak perlu takut atau was-was dengan keberadaan aparat di wilayah Nisam Antara dan sekitarnya.

“Masyarakat tak perlu takut jika tidak bersalah. Namun jangan lupa untuk selalu membawa identitas atau KTP sehingga jika suatu saat ada petugas keamanan yang meminta untuk menunjukkan identitas bisa memperlihatkan. Apalagi masyarakat kita rata-rata menjalani aktifitasnya di kebun,” demikian himbau Amir Hamzah.
Suni
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

Posts

  • Penjelasan Surat Al Kahfi
    Nama Penghuni Gua Al-Kahfi (Gua) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Surah ke-18 ini diturunkan di Mekah sebanyak 1...
  • lima anggota POLRI dan Dua anggota TNI tewas dalam sebuah kontak senjata dengan OTK di pidie.
    lima anggota POLRI dan Dua anggota TNI tewas Tiga pria bersenjata tewas dalam kontak tembak dengan aparat TNI/Polri, dikawasan Desa Gint...
  • Cuplikan Wawancara Din Minimi Dengan Media Serambi..
     Wawancara Din Minimi Dengan Media Serambi indonesia Untuk kesekian kalinya, Pihak Serambi berhasil menghubungi Nurdin bin Ismail alias ...
  • Bus Cendrawasih Hancur Berat Akibat Tabrakan Dengan Fuso
    BIREUEN –  Kecelakaan lalu lintas kembali merengut nyawa penumpang angkutan antar kabupaten Bireuen Ekspres (BE) Cenderawasih yang ditum...
  • Polisi Menyita 3 Pucuk Senjata Milik Kelompok Din Minimi di Tangse
    3 Pucuk Senjata Milik Kelompok Din Minimi  Kepolisian Daerah Aceh Menyita tiga pucuk senjata api, ribuan amunisi, satu butir granat dan ...
  • Ada Gerhana Bulan Besok, Umat Islam Diimbau Salat Khusuf
    Jakarta - Gerhana Bulan Total akan terjadi di wilayah Indonesia pada Sabtu 4 April 2015 yang bertepatan dengan 14 Jumadil Akhir 1436 H m...

Statistik

Flag Counter
  • Home
  • Downloads

Back To Top

Scroll to Top